Baca: Kejadian
12:10-20
"dan ketika punggawa-punggawa Firaun
melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu
dibawa ke istananya." Kejadian
12:15
Sejak
dari semula Tuhan memiliki rencana yang indah atas kehidupan Sara. Dia
merancang kehidupan Sara begitu istimewa: dianugerahi kecantikan yang
luar biasa dan menjadi isteri Abraham, seorang yang dipilih Tuhan untuk menjadi
berkat bagi bangsa-bangsa; bahkan kecantikan Sara tidak luntur di usianya
yang sudah lanjut sehingga Abraham pun merasa was-was saat memutuskan untuk
pergi ke Mesir. Tertulis, "Memang
aku tahu, bahwa engkau adalah perempuan yang cantik parasnya. Apabila
orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya.
Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup." (ayat 11-12).
Sedemikian
cantiknya, sampai-sampai Firaun berniat untuk meminang Sara; dan Abraham
mengkompromikan hal ini. Sesungguhnya hati Sara begitu pilu ketika
Abraham, suami yang sangat ia sayangi dan percayai dalam hidupnya, tega
'menjualnya' pada Firaun. Dari 'transaksi' ini
Abraham "...mendapat kambing domba, lembu sapi,
keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta." (ayat 16). Hal ini menunjukkan
betapa Abraham lebih mementingkan dirinya sendiri daripada menjaga perasaan
isterinya.
Bagaimana pun juga Abraham adalah manusia biasa, yang bisa saja membuat
kesalahan dan juga mengecewakan. Namun ada satu Pribadi yang tidak pernah
mengecewakan yaitu Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan
mengingatkan, "Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih
dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?"
(Yesaya 2:22). Tidak ada janji yang tidak ditepatiNya! Alkitab
menyatakan, "Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang
hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri
Abram itu."
(Kejadian 12:17). Tuhan memberi tulah tersebut bukan sekedar untuk
menghukum Firaun. Bisa dikatakan bahwa Firaun merupakan korban
ketidakjujuran Abraham. Tuhan memberi tulah tersebut juga bukan sekedar
untuk mengembalikan Sara pada Abraham, sebab Dia tidak membenarkan perbuatan
suami yang 'menjual' isterinya. Tuhan memberi tulah tersebut
untuk menunjukkan tidak ada rencanaNya yang gagal.
Tuhan yang menjanjikan keturunan kepada Sara adalah
Tuhan yang tidak pernah mengecewakan, sekali pun orang yang paling kita kasihi
mengecewakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar