Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 122; 3 Yohanes
1; Yehezkiel 42, 25
Seorang wanita agar terlihat cantik di depan orang banyak maka ia akan berdandan. Ia akan me-make-up wajahnya dengan alat-alat kecantikan yang ia telah beli dari toko kecantikan tertentu. Pada satu sisi tujuan dari wanita merias wajah adalah baik, tetapi di satu sisi yang lain ada hal kurang baiknya.
Seorang wanita agar terlihat cantik di depan orang banyak maka ia akan berdandan. Ia akan me-make-up wajahnya dengan alat-alat kecantikan yang ia telah beli dari toko kecantikan tertentu. Pada satu sisi tujuan dari wanita merias wajah adalah baik, tetapi di satu sisi yang lain ada hal kurang baiknya.
Bagi yang terbiasa berdandan, ia tidak akan
percaya diri dengan wajahnya yang tanpa make-up sehingga begitu keluar dari
rumah maka wajahnya akan penuh dengan warna. Tidak jarang, untuk menipu wajah
mereka yang sedang ditumbuhi jerawat maka mereka akan menebalkan riasan wajah
agar tidak terlalu kentara dilihat orang.
Orang-orang Kristen sekarang ini cukup banyak
yang berlaku layaknya seperti wanita yang me-make-up wajahnya. Agar terlihat
orang lain sebagai pengikut Kristus yang taat dan baik, ia memoles
habis-habisan sisi penampilan luarnya. Berpakaian rapi dan sopan, wangi, selalu
melemparkan senyum kepada orang lain, dan hal-hal baik lainnya. Jika boleh jujur, Allah tidak terlalu
mementingkan semua itu. Dari Alkitab perjanjian lama sampai perjanjian baru
diketahui bahwa Allah hanya concern dengan apa yang ada di dalam diri manusia.
Bahkan saat Tuhan Yesus datang ke dunia dan melihat hidup ahli-ahli Taurat dan
orang-orang Farisi yang sepertinya saleh ketika itu, Dia justru memberikan
kecaman kepada mereka.
Berpenampilan menarik dan simpatik di depan
orang yang kita temui sebenarnya tidak salah, tetapi alangkah lebih baik jika
kita lebih memfokuskan diri kepada apa yang dalam diri kita. Implikasinya,
ketika kita melakukan apapun di depan orang lain maka apa yang kita lakukan itu
benar-benar jujur, apa adanya.
Saat kita tersenyum kepada orang lain maka senyum yang kita lemparkan kepada orang lain itu adalah senyum yang berasal dari dalam hati kita. Saat kita memberikan semangat kepada orang yang sedang dalam putus asa, kata-kata yang kita keluarkan adalah kata-kata yang benar tulus dari dalam diri kita.
Saat kita tersenyum kepada orang lain maka senyum yang kita lemparkan kepada orang lain itu adalah senyum yang berasal dari dalam hati kita. Saat kita memberikan semangat kepada orang yang sedang dalam putus asa, kata-kata yang kita keluarkan adalah kata-kata yang benar tulus dari dalam diri kita.
Jika ada diantara Anda saat ini yang masih menjadi Kristen make-up, berhentilah sekarang juga! Jadilah pribadi yang jujur kepada Allah dan sesama manusia karena sesungguhnya inilah kerinduan hati-Nya kepada setiap kita, anak-anak yang dikasihi-Nya.
Dari segala yang Allah lihat pada manusia, Dia
lebih tertarik dengan hatinya, bukan yang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar