Seringkali kita menganggap bahwa apa yang kita sukai pastilah disukai juga oleh pasangan kita, anak kita, keluarga, teman-teman atau orang lain. Ada banyak ayah yang beranggapan bahwa jika mereka mampu mencukupi kebutuhan materi dari anak-anak atau istrinya, ia sudah menjalankan fungsi sebagai ayah teladan. Padahal mungkin pada banyak kesempatan, anak dan istrinya jauh lebih membutuhkan perhatian dan kehadirannya ketimbang pemenuhan kebutuhan materi. Selama saya mengajar dan berinteraksi dengan banyak orang sepanjang hidup saya, saya sampai pada satu kesimpulan: manusia diciptakan Tuhan berbeda-beda. Baik dari sifat, tingkah laku, hobi, kegemaran, dan sebagainya. Artinya, apa yang saya suka, belum tentu orang lain suka. Apa yang terbaik bagi saya, belum tentu terbaik bagi orang lain.
Tuhan Yesus mengajarkan demikian: "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34). Kemudian di kesempatan lain: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (Yohanes 15:12) dan "Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."(Yohanes 15:17). Perintah Yesus adalah untuk mengasihi orang lain, seperti Tuhan Yesus sendiri telah mengasihi kita. Bagaimana Yesus mengasihi kita? Tuhan Yesus mengasihi kita secara luar biasa, hingga mengorbankan diriNya untuk mati di atas kayu salib agar kita semua tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Mengasihi sesama seperti bagaimana Yesus mengasihi kita akan membuat kita harus mulai memikirkan untuk mengasihi orang lain sesuai dengan apa yang mereka butuhkan/inginkan, dan kemudian berusaha untuk memberikan tepat seperti itu. Bukan menurut kita, namun menurut mereka. Karena semua orang berbeda kebutuhan/keinginan nya.
Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan sebuah pengertian mendalam mengenai "bahasa kasih" agar kita bisa menjangkau hati orang-orang disekitar kita. Yang saya maksudkan dengan bahasa kasih adalah sesuatu yang kita berikan kepada orang lain yang didasarkan sesuai dengan apa yang mereka harapkan, bukan menurut apa yang kita sukai. Ada 5 hal yang biasanya menjadi "bahasa kasih" bagi orang:
1.
Kata-kata pujian
Orang
yang memiliki bahasa kasih ini biasanya akan bahagia atau merasa dikasihi jika
mereka mendapatkan kata-kata positif, seperti dukungan, pujian, pengakuan dan
lain-lain. Jika mereka mendapatkan sebaliknya, seperti cacian, kata kasar,
melecehkan dan sebagainya, akan menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan.
2.
Saat Bersama
Jenis
ini akan merasa dikasihi jika orang yang mereka sayangi mau meluangkan waktu
untuk mendengarkan mereka, berbincang-bincang dari hati ke hati, jalan-jalan
dan sebagainya.
3.
Hadiah
Tipe
seperti ini akan sangat senang jika mendapat pemberian, meski yang paling
sederhana sekalipun.
4. Bantuan
4. Bantuan
Orang
dengan tipe bahasa kasih seperti ini akan sangat bahagia jika orang yang mereka
sayangi mau meluangkan waktu untuk membantu mereka, meski sedang sangat sibuk.
Itu akan sangat berarti bagi mereka.
5.
Sentuhan
Tapping
on the shoulder, atau bagi suami-istri atau orang tua pada anak: pelukan,
ciuman atau gandengan tangan, bisa berarti yang sangat besar bagi mereka.
Beda
orang, beda bahasa kasih. Sudahkah anda mengetahui bahasa kasih dari pasangan
anda,anak-anak anda, teman anda, dan orang tua anda? Dalam menggenapkan
perintah Kristus untuk mengasihi orang seperti halnya Dia mengasihi kita, kita
harus tahu apa yang paling mereka butuhkan, sama seperti Yesus mengetahui betul
apa yang paling kita butuhkan. Meskipun segala sesuatu yang kita berikan dengan
tujuan baik didasari kasih yang tulus tetaplah baik adanya, ada kalanya curahan
kasih kita tidak akan maksimal jika kita salah memberi. Terkadang tanpa
mengetahui bahasa kasih dari orang yang kita sayangi, kita bisa gagal dalam
menyatakan kasih kita pada mereka. Malah bisa berujung pada pertengkaran,
karena kita merasa pemberian kita tidak dihargai, mereka merasa tidak
diperhatikan dan lain-lain. Jika Yesus mengasihi kita dengan memberikan yang
terbaik buat kita, karena Dia tahu betul apa yang kita butuhkan, ini saatnya
kita memberikan yang terbaik pula buat orang-orang yang kita kasihi, dengan
mengenal terlebih dahulu apa yang paling mereka butuhkan sesuai dengan bahasa
kasih mereka. Mari kenali bahasa kasih masing-masing, dan nyatakanlah kasih
dengan maksimal.
Kenali
bahasa kasih dari orang-orang yang kita sayangi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar