Namun setelah lewat beberapa hari, seorang kristen lewat. Singa liar dan
buas itu sekali lagi melahap orang itu. Seluruh bagian tubuh orang tersebut
dimakan habis tak tersisa, kecuali bibirnya. Ia lalu dicemoohi teman-temannya:
'Bukankah engkau ingin bertobat dan berjanji tak akan menjadikan orang kristen
sebagai santapan lezatmu?? Mengapa hari ini engkau justru sekali lagi membunuh
seorang kristen?'
Singa buas itu menjawab: 'Saya memang sudah berjanji untuk tidak
menerkam orang kristen. Namun orang yang telah kumakan itu telah kucium sebelum
diterkam. Ternyata sama sekali tak tercium aroma kekristenan, kecuali bibirnya
saja. Karena itu bibirnya sajalah yang tidak kumakan.'
Jadi, setiap kebajikan harus diungkapkan lewat perbuatan nyata, dan
bukannya cuman lewat kotbah yang
berapi-api.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar