Pernahkah
doa Saudara tidak dijawab oleh Tuhan? Sebagian besar dari kita pasti akan
menjawab, "Wah, sudah tak terhitung banyaknya doa saya tidak dijawab
oleh Tuhan." Dan ujung dari semua itu adalah kita menjadi kecewa dan
kemudian menyalahkan Tuhan. Namun jarang sekali kita mau mengevaluasi
diri mengapa doa kita sampai tidak dijawab oleh Tuhan, tidak pernah
mengintrospeksi diri kita mengapa doa kita itu tidak dijawabNya.
Ternyata sikap seseorang dalam berdoa juga sangat menentukan apakah doanya akan dijawab atau tidak oleh Tuhan. Bila kita memiliki sikap hati yang benar dalam berdoa, apa saja yang kita minta dari Tuhan dalam nama Yesus Kristus, kita pasti akan menerimanya. Kita harus ingat bahwa berdoa itu bukan hanya mengucapkan perkataan-perkataan yang teratur di hadapan Tuhan, melainkan suatu pernyataan dari tubuh, jiwa dan roh kita kepada Tuhan. Hal ini berkenaan dengan hati kita. Kita harus menyadari bahwa sesungguhnya Tuhan memandang hati kita, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati." (1 Samuel 16:7b), sebab suatu doa yang keluar dari dasar hati yang benar, walau diucapkan hanya dengan sederhana atau hanya melalui linangan air mata, akan sampai ke telinga Tuhan dan Dia pasti bertindak.
Ternyata sikap seseorang dalam berdoa juga sangat menentukan apakah doanya akan dijawab atau tidak oleh Tuhan. Bila kita memiliki sikap hati yang benar dalam berdoa, apa saja yang kita minta dari Tuhan dalam nama Yesus Kristus, kita pasti akan menerimanya. Kita harus ingat bahwa berdoa itu bukan hanya mengucapkan perkataan-perkataan yang teratur di hadapan Tuhan, melainkan suatu pernyataan dari tubuh, jiwa dan roh kita kepada Tuhan. Hal ini berkenaan dengan hati kita. Kita harus menyadari bahwa sesungguhnya Tuhan memandang hati kita, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati." (1 Samuel 16:7b), sebab suatu doa yang keluar dari dasar hati yang benar, walau diucapkan hanya dengan sederhana atau hanya melalui linangan air mata, akan sampai ke telinga Tuhan dan Dia pasti bertindak.
Ada
tertulis: "Berbahagialah orang
yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi." (Matius 5:5).
Kata lemah
lembut ini berbicara tentang
kerendahan hati. Kerendahan hati dapat diartikan sebagai kemurnian atau
kelemahlembutan. Dalam bahasa Yunani kerendahan hati dituliskan dengan
kata 'praios' yang berarti juga lemah lembut, bisa diartikan seseorang
yang memiliki penyerahan atau ketergantungan total kepada Tuhan. Rasul
Paulus juga menulis bahwa kerendahan hati atau kelemahlembutan adalah salah
satu dari buah Roh. Mengapa kita harus memiliki kerendahan hati?
Firman Tuhan menegaskan, "Tinggi hati
mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan." (Amsal 18:12).
Kerendahan hati adalah syarat yang mutlak yang Tuhan
tetapkan untuk setiap orang yang rindu doa-doanya beroleh jawaban, sebab pintu
hati Tuhan terbuka bagi orang-orang yang memiliki kerendahan hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar