Sang Tikus lalu pergi menemui
seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata “Aku turut
bersimpati, tapi tidak ada yg bisa aku lakukan.”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia
mendapat jawaban sama. “Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat
aku sama sekali.” Ia lalu lari ke hutan dan
bertemu Ular. Sang ular berkata “Perangkap Tikus yang kecil tidak akan
mencelakai aku.” Akhirnya Sang Tikus kembali
ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah
terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah
memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular
berbisa. Buntut ular yg terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang
istri pemilik rumah.
Walaupun sang Suami sempat
membunuh ular tersebut, sang Istri tetapi harus di bawa ke rumah sakit.
Beberapa hari kemudian istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam
oleh suaminya. Dengan segera ia menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Tetapi sakit sang Istri tak
kunjung reda. Seorang teman menyarankan utk makan hati kambing.
Ia lalu menyembelih kambing
untuk mengambil hatinya. Istrinya tidak sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang
pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk
memberi makan para pelayat.
Dari kejauhan sang Tikus
menatap dgn penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus
tersebut sudah tdk digunakan lagi.
SUATU HARI, KETIKA ANDA
MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA… LEBIH
BAIK PIKIRKANLAH LAGI!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar