Untuk membentuk karakter yang baik orang tua
memerlukan 2 nilai penting yaitu kasih dan disiplin. Keduanya harus diberikan
secara seimbang. Selama ini berlangsung orang tua akan berinteraksi dengan
anak-anak mereka dimana hal-hal kecil adalah hal-hal yang besar bagi anak-anak.
Semakin muda usia anak-anak kita, maka semakin
penting hal-hal yang kecil tersebut kita ajarkan bagi mereka. Memang dibutuhkan
banyak pengorbanan, namun jika kita berhasil membangun karakter yang baik dalam
hidup mereka, maka mereka akan menghormati kita lalu dengan mudah mereka akan
menghormati Tuhan dan sesama.
Parenting Styles Tiga gaya orang tua dalam
mendidik anak-anaknya. Pertama, gaya yang berpusat pada orang tua. Gaya
membesarkan anak-anak dimana orang tua menjadi fokus utamanya. Biasanya terjadi
pada orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi 'sempurna'. Mereka
menginginkan anaknya menjadi seperti keinginan mereka, bukan yang Tuhan
inginkan. Keinginan orang tua mungkin tercapai, tetapi kemungkinan tidak dengan
hati nurani sang anak.
Anak diam-diam kecewa dan kepahitan karena
tidak ada kesempatan untuk terbuka menyampaikan keinginannya. Dengan kata lain,
tidak ada tawar-menawar di dalam orang tua membesarkan anak menurut keinginan
hati orang tua-nya.
Kedua, gaya yang berpusat pada anak. Sebuah gaya
membesarkan anak dimana anak adalah segala-galanya. Sering kali karena
kesibukan orang tua diluar rumah, maka orang tua menggantikan kasih sayang yang
hilang atau menutupi kesalahannya dengan memberi materi atau kemudahan dalam
memberikan ijin bagi anak-anaknya. Anak menjadi terbiasa memimpin dan mengambil
keputusan yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua. AKhirnya sang anak
menjadi sangat manja, sulit untuk mandiri dan sulit untuk mengerti perubahan.
Dengan sikap suka memanjakan, anak tumbuh
dengan sikap tidak menghargai barang, bahkan lama-kelamaan sang anak kehilangan
rasa hormat terhadap orang tua. Dengan kata lain, anak suka mengatur atau
menguasai orang tuanya.
Ketiga, gaya yang berpusat pada pembentukan
karakter. Sebuah gaya membesarkan anak, dimana membangun karakter menjadi hal
yang sangat penting.
Orang tua berfokus pada hasil akhir dari si
anak. Orang tua menyadari pentingnya peran kasih dalam mebesarkan anak karena
mereka bersandar kepada kasih Allah dan firmanNya.
Tetapi orang tua juga sadar bahwa dalam kasih
ada kedisiplinan. Kasih dan disiplin tidak dapat dipisahkan. Orang tua berani
untuk mendisiplinkan anak bukan untuk menghukum atau menakuti tetapi untuk
membangun karakter yang baik dalam hidup anak-anaknya.
Discipline atau Disiplin menjadi hal penting yang tidak
terlepas dari kasih karena ketika anak-anak taat mendengarkan perkataan dan
peraturan sejak kecil, maka ia akan mudah taat dan disiplin kepada
perintah-perintah Allah. Apakah disiplin itu?
Pertama, disiplin adalah pencegahan dini akan problem di masa mendatang, bukan sekedar saat ini. Anak yang diajar hidup mandiri sejak kecil, akan lebih siap menghadapi permasalahan diwaktu ia besar. Kedua, disiplin berarti mengajar, memberi petunjuk dan melatih. Disiplin berbeda dengan menghukum. Melatih berarti menunjukan kesalahan, memberi pengertian dan mengajar anak untuk memperbaiki kesalahan. Ketiga, displin berarti mengubah kelakukan yang tidak diinginkan kepada kelakukan yang baik. Keempat, disiplin adalah mengajarkan anak untuk melakukan yang baik bukan yang nyaman.
Pertama, disiplin adalah pencegahan dini akan problem di masa mendatang, bukan sekedar saat ini. Anak yang diajar hidup mandiri sejak kecil, akan lebih siap menghadapi permasalahan diwaktu ia besar. Kedua, disiplin berarti mengajar, memberi petunjuk dan melatih. Disiplin berbeda dengan menghukum. Melatih berarti menunjukan kesalahan, memberi pengertian dan mengajar anak untuk memperbaiki kesalahan. Ketiga, displin berarti mengubah kelakukan yang tidak diinginkan kepada kelakukan yang baik. Keempat, disiplin adalah mengajarkan anak untuk melakukan yang baik bukan yang nyaman.
Lewat pendisiplinan, maka anak diajarkan untuk
berpikir dahulu sebelum bertindak sehingga akan menolong mereka bertumbuh
menjadi orang yang luar biasa.
Pada akhirnya, banyak cara, pendapat dan
pengetahuan dalam mendisiplinkan anak. Namun tidak ada satu pun yang melebihi
kehebatan dari hikmat surgawi. Orang tua sendirilah yang dapat mengenal
anak-anaknya dan menentukan cara terbaik untuk mendidik mereka. Ada anak yang
membutuhkan belaian untuk maju, tetapi ada juga yang butuh cambukan untuk
berhasil.
Yang terpenting bagi orang tua adalah menyadari
bahwa setiap anak adalah titipan Tuhan yang harus dipelihara dengan penuh
tanggung jawab, bukan malah di telantarkan atau di eksploitasi berlebihan.
Selalu libatkan Tuhan dalam mendisiplinkan anak
Anda. Satu hal lain yang tidak kalah penting adalah orang tua harus menjadi
contoh yang baik bagi sang anak, dimulai dari menghormati dan menghargai
terlebih dahulu pasangan hidup kita sehingga anak juga menghormati dan
mengasihi kita.
Sumber
: Kumpulan Khotbah Ps. Levi Supit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar