Senin, 24 Oktober 2011

Masa Lalu ku



      Pada tahun 1998,saya merantau ke jakarta. Tiba di Jakarta aku tidak tau harus berbuat apa. Pada saat itu aku bertemu dengan salah satu teman. Dia mengajak aku kenalan lalu aku di ajak nya tinggal bersama dia. 
Saat itu aku belum tau yang nama nya Jakarta.aku ingat sekali pada waktu sore hari aku di ajak ke club night, yang katanya teman pergaulan anak-anak Jakarta. Aku ikut bersama teman ku, tiba di club night. Aku bingung dan merasa tidak nyaman karena aku tidak pernah ke tempat club night. Lalu aku berkata pada teman yang membawa aku ke tempat itu, aku berkata, "aku mau pulang aja ya, aku tidak mau ke tempat ini." Tetapi teman ku bilang, "jangan takut, ini tempat kita bersenang-senang dan tempat mencari teman." Aku diam dan berfikir, aku merantau untuk mencari pengalaman, mencari teman di mana aku merantau. Akhirnya aku mau juga, aku hanya bengong aja melihat sekelilingku pada asik dengan sendirinya. 
Malam pun tiba, aku dan teman ku pulang ke rumah, tiba di rumah aku langsung berdoa, "ya,,,Tuhan, kuat kan aku dalam perantauan ini". 
Besoknya hari minggu, aku ingin ke gereja tetapi aku ga tau di mana ada gereja yang dekat. Aku bertanya pada temanku, "di mana ya ada gereja yang dekat di sini, aku pingin gereja,,,." Teman ku bilang, "sini biar aku antar." Tetapi apa yang terjadi,,!! aku di bawa ke tempat yang nama nya cafe. Tiba di sana, aku langsung di kasih minum, tetapi aku tidak mau. Aku bilang, "aku ingin gereja, bukan ingin minum, tolong antarkan aku ketempat rumah Bapaku. Perkataanku tidak di hiraukan. Ada salah satu teman berkata, "baiklah, aku akan antar kamu ke rumah Bapamu. Sebelum kita pergi, kita minum dulu ya,,karena minuman ini sudah di beli, sayang kalo tidak di minum. Aku percaya aja dengan perkataan dia, lalu minuman itu pun ku minum, tanpa ada rasa curiga. Setelah minuman itu habis, entah kenapa tiba-tiba kepala ini pusing banget. Mata ku berkunang-kunang, saat itu aku tidak tau apa yang terjadi. Siang harinya aku sadar dan kaget karena aku sudah ada di rumah. Aku marah dengan teman2 ku. Aku bilang, "ternyata kalian semuanya jahat, mau menjerumuskan aku ya,,,aku mau keluar dari sini, aku tidak mau tinggal bersama kalian semua." Salah satu teman ku nerkata, "may,,,may,,,mana ada orang yang baik di dunia ini, semuanya itu jahat. Kami yakin loe pasti kembali mencari kita semua. Aku tidak perduli, aku langsung keluar, pergi tanpa ada tujuan harus kemana. 
Ternyata hidup di jakarta cukup lah keras. Aku hidup di Jakarta tanpa ada sanak saudara. Aku berdoa dalam hati, "Tuhan, aku takut menghadapi ini semua, apa yang harus aku lakukan Tuhan,,,aku tidak tau, harus kemana." 
Aku menangis, meratapi nasibku, penderitaan demi penderitaan ku hadapi tetapi tidak ada yang mau peduli.  singkat cerita 
Aku sudah 2+ tahun tidak ke gereja dan tidak berdoa karena aku merasa percuma berdoa selama ini karena Tuhan tidak pernah dengar doa ku. Aku jadi benci dengan doa, aku benci dengan gereja, teakhir aku berdo dan berkata, "TUHAN DI MANA ENGAKU, SETIAP SAAT AKU BERDOA, TETAPI TAK PERNAH ENGKAU DENGARKAN, AKU JUGA CIPTAANMU TETAPI KENAPA ENGKAU SELALU BERIKAN AKU PENDERITAAN,AKU BENCI PADA MU." Itulah aku terakhir berdoa. 
Aku mulai dengan kehidupan aku sendiri, aku tersesat. 
Aku mulai dengan kehidupan malam, aku merokok, aku peminum, karena aku merasa nyaman dengan kehidupan ini,,aku kecanduan merokok, minuman keras, dan kehidupan malam yang tiap hari ku lakukan. Aku melakukan ini 2 tahun, tanpa memperdulikan keadaan ku, dan masa depan ku nantinya. 
Pada suatu saat,aku mabuk dan ga tau apa yang terjadi. Tiba2 aku bertemu dengan seseorang yang tak ku kenal, aku ga tau siapa dia. Seseorang itu berkata, "MARI LAH BANGKIT, IKUT BERSAMA KU, TENANGKAN JIWA MU, AKU AKAN MENOLONGMU." Aku pun akhirnya ikut juga.  Tiba di rumah yang aku ga tau rumah siapa aku berada, aku tertidur. Esok harinya aku merasa asing dengan tempat ini. Bapa tua itu mengajak aku sarapan pagi, aku dan bapa itu pun sarapan bareng. Bapa tua itu berkata, "selamat pagi nak, sebelum kita sarapan, kita terlebih dahulu berdoa ya,,," Aku langsung marah dan berkata, "jangan sebut doa di depanku, aku benci dengan doa, aku benci dengan Tuhan, aku tidak mau,,,!!" 
Bapa tua itu tidak memperdulikan perkataanku. Bapa itu berdoa. Aku masih ingat dengan doanya, "Bapa yang kasih, ampuni anak ini Bapa, dia ga tau apa yang dilakukanya, anak ini sangat merindukan Mu Tuhan. Itulah doa bapa tua itu. Entah kenapa aku menangis mendengarkn doa pak tua itu.   Saat itu aku mulai sadar dan fikiranku mulai tenang.  Tapi aku kaget dan ga percaya seperti mimpi. Bapa tua itu hilang entah kemana. Aku mencarinya di setiap ruangan tetapi tetap tidak ku temukan. Aku heran SIAPAKAH BAPA TUA ITU YANG TELAH MENYADARKAN AKU..!! 
Aku berdoa kembali, "TUHAN YESUS, AKU DATANG MENGHADAP MU, INI AKU TUHAN, AMPUNI AKU YANG TELAH MEMBENCI MU, YANG TELAH MENINGGALKAN MU, BENTUKLAH AKU TUHAN MENJADI ANAKMU, BIMBINGLAH AKU KE JALAN YANG BENAR, TERIMA KASIH TUHAN ENGKAU SUNGGUH BAIK, ENGKAU MAHA PENGAMPUN, TERIMALAH AKU TUHAN YESUS. AKU SERAHKAN SELURUH HIDUP KU PADAMU TUHAN. TERIMA KASIH TUHAN, HALELUYA,,,HALELUYA,,,,AMIEN." 
Esok hari nya aku berusaha mencari pekerjaan, aku punya prinsip: MELANGKAH DENGAN IMAN, BERPEGANG DENGAN FIRMAN-NYA. Saat itu juga aku mendapatkan pekerjaan sampe saat ini aku masih kerja. 
" TERIMA KASIH BAPA,ENGKAU BAIK " 
BYE'''MAYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar