Dan burung kutilang pun bernyanyi. Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.
Maka, Manusia itu
berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.
Manusia itu
melihat sekelilingnya dan berkata,
“Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.”
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.
Dan, Manusia
berteriak lagi, “Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!” Mu”
Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.
Maka, ia berseru
lagi dalam keputus-asaannya, “Jamahlah aku, Tuhan!”
Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu
tersebut dan terus berjalan.
Betapa hal ini
semua sebenarnya mengingatkan pada kita
bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam
bentuk
sederhana dan kecil yang sering kita anggap
lalu, bahkan dalam era elektronik ini …
karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:
Manusia itu
berseru, “Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!”
Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik
dan menguatkan.
Namun, ia justru
menghapusnya dan terus berkeluh-kesah….
Berita baik itu
adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !
Janganlah kita
mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam
bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita
Sumber :
http://www.kisahinspiratif.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar